Sebanyak 20 Suster LANSIA (Lanjut Usia) mengikuti retret dan Outing Napak Tilas Sejarah Kongregasi KYM sejak tanggal 06-10 Mei 2019 di Komunitas Samadi St Vinsensius, Pematangsiantar. Para suster yang sudah sepuh dan beberapa yang masih dapat bekerja mengikuti retret ini dengan sangat antusias. Retret dan outing ini diakomodir oleh Tim Pembina Kongregasi. Pemimpin Umum kongregasi; Sr Maria Yohana Parhusip KYM dalam kata sambutannya menyampaikan selamat mengikuti retret dan outing kepada para Suster LANSIA yang sudah berbakti bagi Gereja dan Kongregasi. Dalam kegiatan ini para suster diajak untuk bersyukur atas rahmat panggilan dan kesetiaan hingga memasuki usia lanjut. Dalam keterbatasan fisik untuk melayani, para suster LANSIA adalah rasul doa bagi kongregasi. Tujuan dari retret dan Outing Napak Tilas ini untuk melihat dan mesyukuri kehadiran Suster KYM Misionaris  Pertama dari Schijndel, Belanda menginjakkan kaki di kota pelabuhan; Bagan Siapi-api sejak tanggal 01 April 1928. Pendalaman dan refleksi atas sejarah kongregasi dimulai sejak hari pertama. Perjalanan menuju Bagan Siapi-api dimulai hari kedua dengan sambil mengunjungi, berdoa di beberapa komunitas KYM wilayah Labuhan Batu sehingga para suster dapat beristirahat sejenak. Retret dan Outing ini diprogramkan demikian agar para suster dapat mengunjungi biara pertama KYM di Indonesia.
Perjalanan jauh hingga 12 jam perjalanan dari Pematangsiantar menuju Bagan Siapi-api tidak mematahkan semangat para suster LANSIA. Rombongan Napak Tilas ini sangat bersyukur karena dapat masuk ke rumah Biara KYM (sekarang Asrama Polisi) yang didirikan sejak kedatangan Misionaris Pertama. Pemilik rumah dengan ramah menyambut kehadiran para suster dan beramah-tamah dengan keluarga. Suasana haru dan penuh sukacita terpancar dari wajah para suster ketika duduk di ruang tamu keluarga tersebut yang dahulu adalah Kapel suster. Rumah kayu yang masih sangat kokoh itu menunjukkan rumah kolonial yang saat ini oleh pemerintah setempat dijadikan sebagai salah satu cagar budaya. Selain mengunjungi biara pertama KYM, para suster LANSIA juga melanjutkan permenungannya dengan mengunjungi kebun kelapa sawit di Wilayah Manggala Jounction, Riau. “Kami sangat bangga pada semangat dua saudari dan para karyawan yang bekerja keras di kebun untuk masa depan kongregasi”, ungkap Sr Andrea Pandiangan KYM. “Kami berdoa untuk para suster dan karya pelayanan kongregasi. Dengan mengunjungi dan melihat para suster di beberapa komunitas, kami suster LANSIA semakin banyak berdoa dan menjadi rasul doa bagi kongregasi” tambah suster yang pada bulan Desember nanti genap berusia 90 tahun. (Sr. Lorentine KYM)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini